Jumat, 31 Juli 2009

cerpen: 'jelita yang terlupakan' jangan menangis..

“ JELITA YANG TERHIDUPKAN……………!!!!”

“ Aku ingin menjadi jelita bagi kehidupan bukanlah jelita untuk kaum adam, jelita yang hanya untuk seorang pangeran yang selalu berada di gerbang kampus mengajakku pergi ke istana cintanya, dan aku ingin selalu berpuisi dan bernyanyi dengannya, karena tiap bait puisiku dan irama melodi laguku adalah nafas dan detak jantungnya…….”

Mungkin semua orang tidak akan mengerti betapa hatiku gundah dan gelisah, aku tak menyangka semuanya akan berlalu bagai angin yang berhembus di tepi pantai. Aku yang terpuruk dalam gulitanya kehidupan dan nyaris tak mengenali diriku sendiri, siapakah aku? hanya gelapnya malam dan kerasnya hidup yang mampu menjawab semua pertanyaan batinku yang selalu menjerit. Jelita begitu orang memanggilku, parasku cantik kata orang-orang kalaupun aku mau menjadi seorang artis, itu tidaklah mustahil karena gurat ayu yang ada di wajahku dan lesung pipit yang selalu menemani senyumku membuat orang terpana melihatnya, jelita laksana penjelmaan dewi venus masa kini. Ah………….buat apa semua itu kalau semua orang tidak mengerti kalau aku hanyalah aku, aku bukan jelita cantik ataupun penjelmaan dewi venus. Siang ini di tengah teriknya mentari ingin ku buktikan kalau aku akan menjadi Jelita kehidupan bukan menjadi jelita untuk kaum adam. Kampus begitu sepi, namun langkahku tegap seolah menantang sang raja siang yang dari tadi masih menaungi kepalaku.
“ lita, kenapa kamu gak jawab smsku aku terus menelponmu tapi kamu gak mau peduli kenapa sayang? Apa yang terjadi dengan jelitaku gerangan?” seorang laki-laki yang cukup tampan mencoba menyapaku dan menghentikan langkah tegapku.
“ sayang apa maksudnya aku tak mengerti? Siapa kamu, kok tahu namaku?” aku terus memandangi lelaki yang ada di depanku, dia bersimpuh dan memegangi kedua kakiku, aku mulai gemetar namun aku tak sanggup berteriak siapa dia? Dia tidak menjawab pertanyaanku, dia menangis dan menerawang menembus awan. Butiran lembut yang seperti anak sungai terus mengalir di kedua matanya. Entah aku semakin tak mengerti, kenapa orang – orang juga terus memandangku seperti sesuatu yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.
“” aku tak mau kehilanganmu, jangan pernah kamu meninggalkanku………!!!” laki-laki itu berbisik dan berlalu dari hadapanku.
“” Yogi, buat apa kamu terus menerus memikirkan gadis gila itu, mama tidak habis pikir semuanya berubah, apa kamu juga Sekarang sudah mulai gila, sama seperti dia!!”
“’ cukup ma, dia tidak gila bagaimanapun keadaannya yogi akan tetap mencintainya sampai yogi mati ma! Kalau mama tidak setuju Yogi akan pergi untuk melindunginya, dia sendiri ma, apa mama tega melihat gadis seperti dia hidup sendiri? Dimana letak kasih sayang mama sebagai seorang ibu?” dan yogi pun berlalu pergi seolah tidak mendengarkan teriakan ibunya yang terus memanggilnya.
Bagi seorang Yogi Jelita kekasihnya adalah segala-galanya, dia nyawa bagi hidupnya, satu keinginannya dia ingin Jelitanya kembali seperti semula, dia rindu senyum tulus Jelita yang hampir tak pernah dia lihat akhir-akhir ini. Kematian seluruh keluarganya dalam peristiwa yang naas tiga tahun yang lalu dalam kecelakaan pesawat terbang, cukup menggoncangkan jiwanya, Batinnya menjerit seolah hidup ini tidak adil baginya, Namun dengan kepolosan hatinya dia terus melangkah untuk menemukan separuh dirinya yang hilang. Warisan yang ditinggalkan orang tuanya digunakan untuk pengobatan selama ia berada di rumah sakit jiwa, Namun Jelita sering pergi ke kampus dan dia duduk dibawah pepohonan memperhatikan orang-orang yang lalulalang, dia sering berpuisi, karena cita-citanya untuk menjadi sastrawan muda selalu menjadi obsesinya yang utama.
Orang-orang di sekitar kampus marasa heran Namun lama kelamaan mereka mengerti dan membiarkan dia berbuat begitu. Satu hal lagi yang menyedihkan dari seorang Jelita dia selalu menunggu sang pangerannya di gerbang kampus yang Sejak dulu selalu menjemputnya, pangerannya adalah Yogi seorang lelaki yang setiap hari menemaninya, Namun Jelita sama sekali tidak mengenalinya, terkadang tatapan matanya yang begitu asing melihat Yogi, Sangat menyayat hati kekasihnya. Bagaimana sesorang yang begitu dekat dengan dirinya seolah berada dalam dunia semu dan khayalan.(to be continue)…………………

cerpenquw
jelita yang terlupakan,,upz
'jgn menangis ini cerpenmu'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar